Jumat, 29 Mei 2009

play boy marketing operator seluler: "merayu istri tetangga lupa istri sendiri"

Istri tetangga memang sering terlihat lebih hijau dari pada istri sendiri. Hehehe, hijau di sini maksudnya terlihat lebih muda, ranum dan segar dipandang mata. Sedangkan istri di rumah, hwelah dalah, kok ya ndak semerangsang dulu waktu pertama ketemu di acara kopi darat milis para lajang perindu belaian. Ndak mak nyeesss lagi...

Eits, ini bukan curahan hati saya sebagai suami lho sayang (takut istri mbaca tulisan ini....piss), tapi gambaran sejati perasaan saya sebagai “istri tua” dari operator telpon seluler yang sudah saya gunakan sejak pertama kali mengenal yang namanya SMS-an. Saya kok merasa sebagai istri sudah tidak menarik lagi di hati suami, habisnya jarang diberi kejutan bunga warna-warni atau kecupan mesra di pagi hari. Sudah jarang dirayu cumbu mesra, eh cuma dikasih surat tagihan tanpa sentuhan kasih sayang setiap bulan.

Tapi yang bikin sakit hati, suami gencar sekali tanpa malu-malu mengobarkan gelora bujukan dan rayuan pada istri-istri tetangga. Di pinggir jalan, di televisi, radio, spanduk penutup warteg, poster di tiang-tiang pancang, wah pokoknya di mana-mana...tidak peduli tempat, merayu istri tetangga. Tebar pesona...ntah wanita mana yang sebenarnya dia goda, gayanya bak menebar jala: masak tidak ada yang nyangkut. Ya jurus mautnya sebenarnya Cuma satu: BELAGAK MURAH*. Meski ada juga sih yang BELAGAK BAIK....tapi tetap juga ujungnya belagak murah. Basi deh loe....

Heran, padahal kalaupun ada istri-istri tetangga yang nyangkut, semuanya perempuan petualang cinta yang tidak setia. Cuma cari sensasi murahan sesaat – saya menyebut sensasi murahan karena sensasinya berujung pada kata murah, misalnya sms murah atau nelpn murah. Tambatan hati mereka tetap pada suami lama mereka, maklum suami lama walau nyebelin tapi susah ditinggal pergi. Biaya pengumuman ganti suami keseluruh kolega dan keluarga terlalu mahal. Malah kadang bisa kehilangan order job gara-gara ganti suami terus lupa sebar pengumuman.

Saya sebagai istri awalnya setia saja dan cuek dengan godaan pria lain, tapi akhirnya saya pun ikut-ikutan binal. Untuk cari kesenangan lewat chatting dan mobile Internet saya jatuh kepelukan GSM lain untuk dapat sensasi gprs murah. Untuk bisa dapat sensasi ngobrol murah, saya pun rebah di dada operator CDMA. Dan suami tua saya? biarlah dia cukup aku andalkan untuk menerima berita dari luar.

Tapi sebenarnya dari lubuk hati terdalam, aku ingin lebih diperhatikan oleh suami. Diberi bonus-bonus, diberi kejutan ulang tahun, dirayu didepan umum, sehingga aku Bangga sebagai istri. Tapi kapan para suami akan sadar dan berhenti mengejar istri tetangga?

August “Gugi” Anwar

* syarat dan ketentuan berlaku

1 komentar: